ebelum masuk kerja, anda pasti diberi Surat Perjanjian Kerja / Kontrak Kerja bukan? Dalam kontrak kerja terdapat hal-hal fundamental mengenai hak dan kewajiban pekerja maupun perusahaan yang bersangkutan. Lalu, apa yang mengakibatkan kontrak kerja bisa berakhir?

Menurut pasal 61 Undang – Undang no 13 tahun 2003 mengenai tenaga kerja, kontrak kerja bisa berakhir apabila :

• pekerja meninggal dunia
• jangka waktu kontak kerja telah berakhir
• adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
• adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

Jadi, pihak yang mengakhiri kontrak kerja sebelum jangka waktu yang ditentukan, wajib membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

Contohnya:

Pak Adi di-PHK oleh perusahaannya 10 bulan sebelum masa kontraknya berakhir, tanpa alasan yang jelas dan tidak melalui kesepakatan bersama. Itu artinya perusahaan tempat Pak Adi bekerja, wajib membayar 10 x take home pay (Gaji pokok + tunjangan tetap).

Pekerja yang memutuskan hubungan kerja pun bisa dikenakan sanksi seperti yang tertulis di kontrak kerja. Berbeda halnya apabila pekerja telah memberikan Surat Pengunduran Diri paling lambat 1 bulan sebelumnya, sanksi yang diberikan akan lebih ringan, tergantung perjanjian bersama antara perusahaan dan pekerja.

Sumber: Gajimu.com
silabus
Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja

home
top